Kini tak hanya sekadar menantinya lewat, sebuah kesempatan memungkinkan untuk aku bercakap dengannya. Harusnya menjadi sebuah titik loncat bahagia. Sebuah keberanian yang dasyat untuk memulai menyapanya, beruntung lelaki bertopeng itu sangat ramah. Ya seperti dugaan sebelumnya, kini, banyak kemungkinan yang bisa dilakukan. Tapi tidak. Cincin belah rotan itu telah melingkar di jari manis kanan, tentu saja belah yang satunya tersemat di jari seseorang yang bukan orang lain, ya dia sudah dimiliki dan memili
ki. Tidak ada kata terlambat.. lets be friend.. yupz, just friend..
Kisah yang Harus Terpenggal
Desember 5, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Inspirasi Dakota Fanning
November 30, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Si kecil yang pernah kutonton di I AM SAM itu dulu begitu mungil dan menggemaskan. Kini, ia telah tumbuh menjadi gadis yang luar biasa cantik. Talenta di dunia akting membuatnya semakin melesat bak busur panah, ia di dalam benakku bisa disejajarkan dengan Shirley Temple, adalah mantan pemeran cilik Amerika Serikat yang membintangi lebih dari 40 judul film sepanjang dekade 1930-an. [hari ini dia masih hidup di usia 81 tahun]
Dakota, ketika banyak aktris perempuan merangkak untuk bisa menapaki red carpet, Dakota sudahlah melenggang di usia 7 tahun untuk premiere of I Am Sam di tahun 2001. Di film ini ia beradu akting dengan Sean Penn. Kemudian masih banyak yang kutonton dan yang paling membekas adalah menontonnya dalam Hide and Seek. Ia bertemu dengan aktor sekaliber Robert De Niro di film ini. Buatku hidupnya penuh dengan keberuntungan, berakting dengan orang-orang hebat, mengasah talenta, membuka diri, siap ditempa dan FOKUS!
Satu kata kunci yang paling aku sukai akhir-akhir ini dan membuatku untuk tetap terjaga. Ya fokus membuat seseorang berjalan dan bertujuan pada hasil. Menciptakan track dan menapaki dengan caranya sendiri. Meskipun sebenarnya juga tidak sendirian amat sih.. tangan-tangan penolong datang dan mereka membantu kita secara tidak langsung untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Aku ingin seperti Dakota Fanning, dengan jalan yang berbeda, dengan ukuran yang berbeda pula..
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: dakota fanning, fokus
Mahadaya Cinta
November 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Sekian banyak perjumpaan yang akhirnya kudatangi untuk berbarter dengan kesepianku. Dulu, bagiku, tidak ada perjumpaan yang lebih menarik daripada berjumpa dengannya, ya aku menyediakan diriku secara sukarela dan sadar sebagai gugusan monopoli dan memonopoli secara tidak sadar.
Awalnya aku selalu menolak dan berdalih A- Z untuk sebuah pertemuan, jikapun datang itu hanya sekadar ada bukan karena keinginanku. Kini kusadar, bahwa keterikatan batin yang membuat aku berada di sana, sama kuatnya dengan ketika aku tidak ingin hadir, satu alasan : cinta. Cinta yang membuat segalanya menjadi mungkin, cinta yang membuat ikatan ini menjadi semakin terangkai dan berjejalin.
Perjumpaan, kadang juga disertai dengan rasa malas ya dan beribu alasan. Namun akan selalu berujung dengan suatu kebaruan.. seperti ketika aku bertemu dengan teman-teman eks GEMA-Bernas Yogyakarta, teman-teman eks FISIP Atma Jaya Yogyakarta teman-teman SMP 1 Wonosobo, teman-teman kantor lama.. ya begitulah kami, aku dan mereka berjejalin, merenda kenangan dan bertukar cerita..
Kupilih lagi : Mahadaya Cinta sebagai soundtracknya .. he he
Andaikata dunia bertabur cinta![Bakerzin-Plaza Senayan1 [23-11-2009]](http://retnodevil.files.wordpress.com/2009/11/bakerzin-plaza-senayan1-23-11-20092.jpg?w=300&h=228)
Kasih sayang antar insan di dun
Damai tentram rasa di jiwa
Alangkah indah hidup kita
Andaikata insan saling mencinta
Berbagi kasih tanpa membeda
Aman tentram rasa di jiwa
Alangkah indah hidup kita
Reff:
Cinta….
Tebarkan cinta kasih di dunia
Karena cinta mahadasyatnya
Sang mahadaya
Andaikan kau indahkan imbauanku
Hidup akan damai tentram selalu
Dalam kasih kita menyatu
Mengarungi hidup nan syahdu
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: FISIP Atma Jaya Yogyakarta, GEMA BERNAS, mahadaya cinta, SMP 1 Wonosobo
Menantinya Lewat
Oktober 24, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

bersembunyi : memperhatikan tanpa terlihat
Jika semua kesempatan mengarah padanya, segenap mata hati dan jiwaku tertuju pula padanya. Sosok yang sangat menarik dengan kesederhanaan dan kelugasannya. Dia belum mengerti bagaimana hati menjadi beriak ketika mata selalu tertarik untuk tertuju padanya. Aku sedang suka memperhatikannya, mencuri kesempatan dan mencari-cari ketika ia tiada. Jarak ini tidak memungkinkan aku merengkuhnya, saat ini.
I wish
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Hati Bersiap
September 16, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

red-crystal-heart
Menata hati bukan perkara yang mudah. Luka menganga masih bertalu, menyisakan banyak pedih karena penghianatan komitmen.
Tapi sudah, semua sudah lewat, bersiap, di hari ini.. rasa sakit muai sirna. Tak lagi ingat betapa sakit, tetapi justru tidur terlalu nyenyak hingga kesiangan. Menikmati hari, pagi siang dan malam, hingga menjadi ratu peraduan dan ratu di tempat tinggal sendiri.
Berpindah tempat, berjumpa dengan banyak teman yang sudah lama terabaikan. Beragam janji disusun, tak sabar menanti waktu yang tepat itu. Duh Dewi Laksmi..
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
wind chimes
September 12, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Saat aku datang pada Mbak Donna, seorang tarot reader di Ciasem Kebayoran Baru, kudengar klentingan bunyi wind chimes di sudut depan rumahnya. Halaman yang punya banyak ruang kosong itu memang sangat memungkinkan angin meniupnya sehingga wind chimes ini berbunyi lebih sering. Rasanya sangat adem seperti di kuil-kuil Buddhis di film-film, iya karena aku sendiri tidak pernah sekalipun menyambanginya. Ketika kutanya, ia membelinya di Shambala, sebuah toko yang di Pondok Indah Mall south sky walk lantai 1.
Jumat 19.00 WIB, aku memaksakan diri untuk pergi ke sana. Dengan tas ransel kerja yang sangat berat aku menyeberangi jalanan. Setelah kumasuki, aku memburu dan harus membaca shopping directory supaya segera sampai, atau aku kelebihan energi untuk mencarinya di tengah belantara Pondok Indah Mall. Alhasil toko kecil berjudul Shambala “inner peace bla.. bla bla.. shop” kutemukan. Aku menemukan salah satu yang berukuran sedang, dengan berbagai elemen yang akan merangkai bunyi gemerincingnya : earth, wind, water, fire etc… etc… solid black! dan aku menukarnya dengan debit card Mandiri yang digesek Rp 130.000,- whopppppsss.. harusnya di Jogja aku bisa mendapatkan selusin! Mahal? Tidak kupikir, karena ini akan menggantikan kesedihanku, mengisi kekosongan hatiku dengan bunyi-bunyian, kekosongan yang justri membuatku gembira. Saat ini, tidak ada yang lebih penting dari kebahagiaanku, ya karena aku harus berusaha untuk menemukan jalan keluarku sendiri.
Kupasang di salah satu jendela yang kini pukul 06.00 sudah kubuka. Dingin dan angin berhembus masuk. Udara segar dan matahari belum lagi terik. Bonus, aku masih berhak untuk menyusupkan kakiku di antara selimut yang terlipat rapi. Sementara di sampingku, secangkir teh melati sudah kuseduh.. indahnya dunia!
Pikiranku kembali pada Mbak Donna. Bagaimana ia membacakan kartu tarotku. Aku tau bukan tarot itu yang menjadi jalan keluar bagiku. Tapi aku butuh ditenangkan. Banyak hal yang ia katakan dari tarot yang berbisik melalui angka, gambar dan meditasi. Semuanya mengatakan semua akan baik-baik saja, asalkan aku mampu melakukan breakthru’! Memang tidak mudah, tapi harus dicoba. Jangan suka membandingkan.. dan intinya Let it Go! So aku juga begitu, let it go, sejauh itu positif. Dan akhirnya kusadari, bahwa aku sudah lama tidak bahagia, dan kini adalah saat yang tepat..
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: mbak donna, tarot reader, wind chimes
Like Julianingsih
Desember 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
I miz U!
sahabatku, saudaraku..
Dia selalu membuatku menjadi merasa berarti dan merasa selalu mempunyai seseorang saat terasa semua orang meninggalkanku..
Dia adalah mata, yang mengerti merah putihnya aku.. demikian juga aku.
Dia adalah keriangan.. tiada yang tak terselesaikan di tangannya.
Perempuan tangguh, single, lovely, religious dan aku mencintainya sebagai saudara..
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: like julianingsih
Friendster.. Facebook.. WordPress
Agustus 26, 2008 · & Komentar
Ada satu sisi yang untuk beberapa saat dan beberapa peristiwa ternyata kadang seseorang antisosial. Entah mengapa. Jarak? Waktu dan bercengkrama dengan rekan-rekan, mencari teman? Beberapa kali saya mengandalkan facebook dan friendster untuk mencari seseorang yang saya ingin jumpai.. termasuk wordpress untuk melihat dan membaca apa yang ada di dalam batok kepala teman saya. Weblog favorit saya dari dulu tentu saja The Red Femi. Bagiku blognya selalu energizing me.. dia selalu bisa mengungkapkan apapun menjadi cerita yang selalu menyejukkan jika dibaca.
Hari ini aku mencari seseorang, kupandangi foto-foto yang dia upload pada facebook.. OOhh.. ternyata.. aku tertinggal beberapa tahun kemajuan dibandingnya.. Aku harus berlari lebih cepat mengejar ketinggalan..
→ 3 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: Facebook, Friendster, The Red Femi, Wordpress
Solo Me- Oooooo
Agustus 26, 2008 · 1 Komentar
Tidak ada pagi yang quiet in the morning bersama dengan seduhan teh madu dan beberapa batang rokok, pagi yang selalu aku dambakan. Jam kerjaku berubah. Yang awalnya 12.00-24.00 dilanjutkan dengan hang out.. sekarang 09.00-17.00 no hang out! Ya, aku pindah kerja ke Jakarta, setelah dari Solo. Jakarta yang setelah selama 9 bulan aku tinggalkan.
Tidak buru-buru ke kantor, seperti pagi ini. Jalanan lengang.. semua lancar, aku sempat membeli bubur ayam berkuah di depan Swalayan Santa.. Rp 6.000,- bubur+kerupuk+sate usus dan sate hati ayam. Bukan sarapan yang berat kurasa.
Solo.. selalu menyisakan kegembiraan dan kesedihan sekaligus.. Aku merindukannya kini. Dengan segala gegap gempitanya dan sunyinya di setiap lorong hati dan relung-relungnya. Namun justru lorong sunyi itu adalah isinya. Aku merindukannya.. selalu…
→ 1 CommentKategori: Uncategorized
Ditandai: Add new tag, Solo, Swalayan Santa, Teh Madu
Trust No ONE!
Januari 28, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Aku percaya apa yang dikatakan seseorang, Trust No ONE! Dan aku juga percaya dengan yang dikatakan orang lain lagi, Jangan Pernah Berharap Pada Manusia.. Karena kedua pernyataan itu justru mengacu pada sebuah kalimat, “Jangan percaya (sekali pun) padaku.” Bukan semata-mata orang tidak ingin dipercaya. Pasti dia sudah melalui pergulatan lebih panjang dan lebih berliku daripada aku. Asam garamnya lebih berasa!
Semua ucapan dan sekalipun sudah tertuang hitam di atas putih, tidak ada yang bisa dipercaya. People change! Begitu pun dengan lidah dan ingatan..
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
