Retnodevil's Weblog

my first blackberry..

Februari 3, 2010 · 1 Komentar

hoho..

finally, aku punya blackberry. Ini blackberry pertamaku: Tour! Menurutku, BB-ku ini macho banget dan.. it’s so me! cinta pada pandangan pertama.. haha.

Juni lalu, aku membacanya di detikInet, bahwa Research In Motion (RIM) akan meluncurkan Blackberry Tour ini untuk memenangkan pangsa pasar di segmen eksekutif maupun konsumen mainstream. Desainnya cukup membuat aku sedikit ngiler dan hmm.. memimpikannya..

BlackBerry Tour diklaim sebagai persilangan dari Blackberry Curve yang populer di kalangan konsumen umum dengan BlackBerry Bold yang menyasar pasar korporat. Tapi aku tetep aja belum mampu beli Bold.. nantilah nabung dulu, kalo bisa malah beli Storm.. hehehe..

My Tour

Bentuknya candy bar tidak berbeda drastis dengan handset BlackBerry lainnya. Tebal dan tipisnya nyaris sama kok. BB teman-temanku yang lain berukuran beda-beda tipislah..

Yang membuatku semakin kepincut… Tour dibekali fitur multimedia mumpuni seperti kamera 3,2 megapiksel dan media player berkualitas.Tapi tetep aja aku nggak suka berfoto-foto narsis pakai BB-ku, aku lebih suka pakai kamera Canon-ku yang lama itu.. lebih menbumi dan lebih sah hasilnya.. meskipun sama-sama 3,2 piksel.. haha

RIM menyebut Tour sebagai ‘ponsel dunia’ karena handset itu bisa dengan mudahnya mengakses layanan data dan suara pada jaringan yang berada di luar negara pengguna. Untuk lebih memikat konsumen, Tour dilengkapi fasilitas HSDPA, GPS, Bluetooth, dan navigasi GPS. Tapi kok nggak ada fitur WiFi yah?

Mungkin banyak orang tidak kenal BB Tour seperti yang kupakai sekarang, karena memang nggak heboh seperti hebohnya bold dan gemini.. tapi kayaknya nggak penting juga buatku.. hehe

→ 1 CommentKategori: soul road
Ditandai: , ,

Ananda Sukarlan: Pemusik Sastra Bukan Entertainer

Januari 28, 2010 · 1 Komentar

Ananda Sukarlan, pianis sekaligus komponis handal yang dua pekan lalu menggelar konser Jakarta New Year Concert – Libertas di Taman Ismail Marzuki tak hanya lincah ‘menarikan’ jemarinya di atas tut piano Steinway & Sons buatan Jerman. Ia juga mempunyai kepedulian yang luar biasa dengan perkembangan musik tanah air.

Untuk alasan itulah, Ananda Sukarlan itu lebih akrab dengan panggilan Andy ini mempunyai  jadual khusus datang ke Indonesia. Salah satunya adalah awal tahun. Selain untuk konser, ia juga memberikan perhatiannya pada Yayasan Musik Sastra Indonesia yang didirikan bersama dengan Chendra E Panatan, Pia Alisjahbana, Dedy Panigoro dan juga sekolah musik Jakarta Conservatory of Music yang berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Saat ini Andy sedang mempersiapkan Rhapsodia Nusantara. Sebuah karya serial yang berisi lagu-lagu tradisi Indonesia seperti Kicir-kicir, Jali-jali, Angin Mamiri hingga Rasa Sayang-sayange. Apa yang ia lakukan ini terinspirasi oleh Franz Liszt, seorang komponis Hongaria yang mampu melahirkan Hungarian Rhapsody. Beberapa repertoar dalam dalam seri tersebut, bahkan dikenal di dunia secara tidak sengaja melalui beberapa film yang kebanyakan katun, sebut saja: Bugs Bunny, Woody Woodpecker dan juga Tom and Jerry.

Ia sadar bahwa musik klasik tidak bisa sepopuler lagu-lagu pop. Pembuatannya yang memakan waktu lama membuat jenis musik yang kemudian disebut Andy sebagai musik sastra ini tidak ramah pasar. “Musik sastra itu memiliki struktur, melodi, harmoni dan masih banyak unsur lain yang tidak dipunyai oleh musik pop sehingga membutuhkan waktu lama untuk produksi, dan tidak easy listening,” ujarnya.

Musik klasik atau musik sastra sebenarnya menurut Andy hanya terminologi yang dimaksudkan untuk pembaruan. Bukan karya yang baru namun lebih pada kesan yang ingin diciptakan. “Kesan klasik itu sangat seram menurut saya, karena biasanya musik lama yang komponisnya bahkan sudah meninggal. Ini hanyalah sebutan lain saja kok, pada prinsipnya masih tetap sama. Mempunyai pesan-pesan yang tersembunyi sama seperti karya-karya sastra lain yang tertulis, musik sastra inipun tertulis, musik pop kan tidak,” ujarnya.

Ia bercerita, bahwa musik sastra sangat sulit mendapatkan tempat di hati penikmatnya dan memang tidak market oriented. Jikapun ada, Andy sadar betul itupun hanya kalangan yang terbatas dan selebihnya adalah orang-prang snobbish yang sesungguhnya tidak paham dengan musik ini. “Musik sastra adalah musik yang menurut saya sangat jujur. Musik yang justru memberikan banyak hal yang tidak ingin penonton dengar. Sangat konseptual, seperti Libertas yang ingin bercerita tentang pelanggaran hak-hak asasi manusia. Itulah, mengapa komponis sastra tidak bisa disebut sebagai entertainer.” Ia merasakan bahwa musik mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan semua orang namun tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang harus dimengerti dan dipahami.

Saat dijumpai di Hampton’s Park awal pekan lalu, ia bercerita bahwa ia sedang bersiap untuk pentas di Makassar dan kemudian akan langsung ke perbukitan Cantabria, Spanyol menemui anaknya Alicia Pierna Sukarlan  dan isterinya Raquel Gomez yang tinggal di sana.

Pada kesempatannya datang ke Indonesia kali ini, ia juga mempersiapkan Ananda Sukarlan Award yang diselenggarakan dua tahun sekali. Tahun ini, kompetisi yang bermaksud untuk menemukan bibit-bibit pianis handal akan diselenggarakan pada 20-25 Juli 2010. “Ini adalah kompetisi piano nasional yang biasanya diikuti oleh 50 orang pemusik. Mereka akan membawakan karya beragam sebagai karya wajib seperti karya Beethoven, Mozart termasuk Franz Liszt,” cerita Andy.

Ia sangat prihatin dengan perkembangan musik sastra di Indonesia. Ia berpendapat bahwa kesempatan menjadi pemusik di Indonesia hanya bisa didapatkan oleh anak-anak orang kaya. Kebanyakan orang yang hidupnya hanya pas-pas-an tidak akan mampu membeli instrumen yang harganya sangat mahal.

Selain alasan daya beli instrumen, pendidikan seni sangat mahal di Indonesia. Ia berharap bahwa pendidikan seni bisa masuk dimasukkan dalam kurikulum sekolah dan berharap pemerintah berkenan mendukung dengan mengalokasikan anggaran untuk menyediakan pelatihan bagi guru-guru yang ditugaskan untuk ‘mengasuh’ kurikulum kesenian, tidak hanya musik.

Pemerintah mempunyai peran yang besar dalam mengembangkan seni menjadi identitas sebuah negara. Ia bercerita bahwa banyak pemusik berbakat Indonesia justru mendapatkan kesempatan untuk belajar musik di berbagai negara di Benua Eropa. “Kementerian kebudayaan di negara-negara Eropa seperti Belanda dan Jerman sangat mendukung tumbuhnya pemusik-pemusik baru melalui beasiswa yang bahkan ditawarkan terbuka hingga lintas benua. Selain itu gedung opera, konservatorum dan gedung konser semua tersedia,” ungkapnya.

Ia juga berharap banyak, bahwa orangtua yang ingin anaknya belajar musik tidak menghendaki proses yang instan. ‘Bakat, kemampuan dan kerja keras adalah tiga hal yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan untuk menguasai sebuah repertoar musik sastra, seseorang itu perlu waktu sebulan atau bahkan lebih. Tetapi inilah fenomena yang terjadi sekarang, orangtua ingin anaknya bisa memaikan piano misalnya hanya dalam waktu tiga bulan,” ceritanya.

Orgasmaya

Hasan Aspahani, merupakan sastrawan yang sangat ia kagumi. Kedekatan mereka terjembatani melalui buku kumpulan sajak Orgasmaya karya Hasan Aspahani. Sajak Bibirku Bersujud di Bibirmu oleh Hasan menjadi karya musik baru yang diciptakan oleh Andy dengan judul Bibirku. Ini adalah bentuk lain dari tafsir sajak melalui musik oleh Andy dan tari karya Chendra E Panatan saat pentas Libertas. Musiknya terdiri dari dua sesi pertama trio untuk piano, alto flute dan biola dan bagian kedua untuk soprano dan piano.

Karya Bibirku itu bukanlah karya satu-satunya yang terinspirasi dari sajak. Beberapa karyanya terilhami oleh puisi Dalam Sakit karya Sapardi Djoko Damono dan The Young Dead Soldiers – Archibald MacLeish.

Ada tarian yang muncul dalam karya Bibirku merupakan kolaborasi nan unik. Andy ternyata sangat mengagumi Chendra sebagai koreografer handal di Indonesia. “Kami sama-sama berproses dengan puisi yang sama dengan penyikapan yang berbeda. Saya “mendengar” musik dari puisi sementara Chendra “merasakan gerakan” dari musik saya.” (Retno Hemawati)

tulisan ini dikutip..di-copas juga oleh:     http://bataviase.co.id/node/69129

→ 1 CommentKategori: mind road
Ditandai: , ,

Tompi .. Paris Jakarta Express, Outstanding!

Januari 16, 2010 · Tinggalkan sebuah Komentar

Teuku Adifitrian alias Tompi yang pernah kutemui saat Bali Jazz Festival di Hard Rock Bali 2005 itu memang nggak ada matinya. Saat itu ia masih aktif bermusik dengan Bali Lounge… Sejak itu, nggak heran kalau aku menjadi penggemar karya sekaligus suaranya yang khas. Selain sebagai penyanyi dengan personality baik; santun, rendah hati, cerdas…. dia jago nulis lirik. Kali ini : Paris Jakarta Express dengan lagu favorit yang beberapa kali aku putar; Dans Les Rues De Jakarta dan Regret.

CD musik Paris Jakarta Express ini baru kubeli semalam bersama 5 CD lain siapa tau aku punya cukup waktu untuk ‘pleasure time’ di akhir pekanku. Komposisi wajib : 3 CD musik dan 3 CD film… Kalau bisa musik semua juga lebih bagus. hoho.. [must buy item next week : Andrea Bocelli.. whoopppss!]

Back to Tompi, album kelima lelaki kelahiran Aceh ini baru saja sebulan lalu di luncurkan di Budha Bar, Jakarta. Kalau banyak review bilang lagu-lagu di album ini terasa segar, apik, dan eksotis, ditambah vokal Tompi yang prima, soulful, dan berteknik suara yang jarang ada dalam industri musik Indonesia, aku sepakat, hanya saja bukan disitu titik beratnya. Tetapi bagaimana Tompi bisa mengawinkan [akulturasi] sebuah musik tradisi Indonesia dengan teknik bermusik dunia dengan kualitas jempolan.

Ya, dalam musik semua bisa jadi mungkin. Prelude musik Jawa diselingi gamelan Bali ditingkahi uyon-uyon khas sinden Jawa, dengan nada ritmis bungong jeumpa–

bungong jeumpa, bungong jeumpa
meugah di aceh …
bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina

Yang jelas album ini penuh dengan kejutan.. kalau aku pantas berpendapat, akan kukatakan [Outstanding!]. Ia tidak hanya mampu meleburkan karakter berbagai budaya dalam musiknya tetapi mampu juga mempertahankan membuat kesenian musik tradisi tetap kuat, dominan. Ada dua kemungkinan, Tompi sedang bermain-main dengan musik dan menemukan harmoni musik yang luar biasa indah atau memang Tompi tidak bisa melepaskan dominasinya, meskipun ia menggarap album ini bersama-sama dengan musisi Prancis.. ah sudahlah, jangan terlalu banyak berpendapat. Keep it simple.. OUTSTANDING, you don’t need to think twice..trust me!

→ Tinggalkan KomentarKategori: mind road

Rambutku.. Ungu!

Januari 15, 2010 · & Komentar

Voila!!!

Rambutku ungu sekarang.. nggak terlalu mencolok sih, kira2 seperti ini jadinya puple hair!. Ungu gelap, purple brown auburn tepatnya. Lucu dan membuatku bersemangat. Bukankah ini saat yang tepat? Ternyata nge-cat rambut nggak sesulit yang dikira kok, kapan aja teman-teman mau, dan ada tetangga baik hati mau melakukannya, ayo aja kan? he he.. atau memang sudah ahli melakukan sendiri.

Kira-kira aku juga bisa melakukannya sendiri kok, tentu saja di akhir Minggu. Nah kalau begitu, siap-siap ah cari warna lain biar kalau bosan bisa segera ganti warna. Juga siap-siap cat hitam, biar kalo gagal warna, bisa segera diganti.. hoho…

→ 3 CommentsKategori: heart road

Kepingan Puzzle Terakhir… finally….

Januari 14, 2010 · & Komentar

Persis empat bulan semenjak perpisahan, 13 September 2009, akhirnya aku menemukan kepingan terakhir puzzle yang ingin kususun. Puzzle yang menjadi jawaban atas semua pertanyaan yang selama ini tidak terjawab meskipun aku tidak pernah secara sengaja berusaha mencari jawabannya. Aku yakin bahwa suatu saat, waktu akan menjawab dengan sendirinya, saat waktu telah tepat. Dan inilah yang kumaksud dengan kepingan puzzle terakhir, jawaban..

Sesungguhnya aku cukup bahagia dengan keadaanku sekarang. Bahagia karena aku sanggup merelakan dia pergi dengan pikiran yang positif, bahwa Ibunya tidak setuju, bahwa usiaku tidak bisa dikorting, bahwa keyakinanku tidak bisa dibarter, bahwa ia akan menjadi tulang punggung keluarga menggantikan kakaknya yang skoliosis dan sudah memvonis dirinya tidak akan berumur panjang sehingga ia harus bersiap, dan bahwa aku terlalu membuatnya seolah-olah bergantung.

Namun aku menjadi cukup sedih, merasa tidak berarti, lantak dan kehilangan harga diri. Sebab untuk semua yang tidak bisa ditoleransi itu dia berpararel dengan memperlakukanku kasar baik dengan tindakan dan juga ucapan. Untuk itulah aku merelakan dia pergi, aku tidak ingin terlalu lama didera perasaan dan pikiran yang membuat aku rendah diri. Aku yakin itu tidak baik untuk jiwa dan ragaku. Sesekali aku pernah juga sedikit emosional, meminta hubungan yang terjalin diselesaikan karena aku sudah sangat tidak kuat dengan perangainya yang semakin hari semakin kasar.

Aku masih bersabar dan bertahan…  Satu hal yang kuingat, bahwa dia pernah mengatakan dia berkenan pindah ke Jakarta karena aku. Jikapun aku tau kemudian bahwa tujuannya semata-mata hanya karena pekerjaan atau mimpi yang lain.. entahlah, tiba-tiba aku merasa tidak mengenalnya.

Oooo pliss, puzzle terakhir yang kutemukan ini ternyata meruapakan kunci semua jawaban dari semua rancangannya, si Drama King.. Dia telah berselingkuh jauh sebelum memutuskan segala perkaranya denganku. Gadisnya bahkan berjejalin denganku melalui facebook yang akhirnya aku block juga meskipun dia telah mengatakan semuanya. Mungkin dia tipikal perempuan kebanyakan yang juga ingin mengetahui kehidupan mantan pacar si lelaki. Dear Miss, I’m so happy person without both of you.. sehingga aku tidak merasa perlu untuk ingin berkomunikasi apapun dan dengan alasan apapun lagi setelah aku mendapatkan kepingku yang terakhir ini. Bagiku ini sudah cukup.

Jauh dalam lubuk hatiku, aku memaafkan [meskipun belum bisa sekarang] apapun yang telah engkau lakukan sebagai ganti engkau juga  pernah memperlakukanku dengan baik. Di sisi lain, aku pasti juga mempunyai andil dalam ketidakberesan ini.

Aku juga akan berdamai dengan hatiku sendiri, menjalankan rencana hidupku yang telah lama aku bangun, menjadi diriku apa adanya dan telah siap berjelalin dengan seseorang yang lebih pantas menerima cinta, kasih, sayang dan kesetiaanku yang tidak akan kubarter dengan apapun.

Selamat jalan, semoga kalian bahagia di atas kebahagiaan dan cara kalian sendiri.

Song : HOME – Michael Buble

Quote : Become good at cheating and you never need to become good at anything else. — Banksy (Wall and Piece)

Tarotku hari ini: Partnership in love or business is possible. Intensity in relationships. Blessed union of souls. Evolution of relationship. Masculine and feminine aspects intertwined. Possible soulmate on the way. Affection. Love. Desire. Attraction and beauty. Harmony and equilibrium. A choice between two equally desired things. A person in harmony with themselves having learned to balance the masculine and feminine personality traits. Blending of families and partners. Joy. A fruitful gain in business. Duality.

→ 5 CommentsKategori: heart road

Kisah yang Harus Terpenggal

Desember 5, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kini tak hanya sekadar menantinya lewat, sebuah kesempatan memungkinkan untuk aku bercakap dengannya. Harusnya menjadi sebuah titik loncat bahagia. Sebuah keberanian yang dasyat untuk memulai menyapanya, beruntung lelaki bertopeng itu sangat ramah. Ya seperti dugaan sebelumnya, kini, banyak kemungkinan yang bisa dilakukan. Tapi tidak. Cincin belah rotan itu telah melingkar di jari manis kanan, tentu saja belah yang satunya tersemat di jari seseorang yang bukan orang lain, ya dia sudah dimiliki dan memiliki. Tidak ada kata terlambat..  lets be friend.. yupz, just friend..

→ Tinggalkan KomentarKategori: heart road

Inspirasi Dakota Fanning

November 30, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Si kecil yang pernah kutonton di I AM SAM itu dulu begitu mungil dan menggemaskan. Kini, ia telah tumbuh menjadi gadis yang luar biasa cantik. Talenta di dunia akting membuatnya semakin melesat bak busur panah, ia di dalam benakku bisa disejajarkan dengan Shirley Temple, adalah mantan pemeran cilik Amerika Serikat yang membintangi lebih dari 40 judul film sepanjang dekade 1930-an. [hari ini dia masih hidup di usia 81 tahun]

Dakota, ketika banyak aktris perempuan merangkak untuk bisa menapaki red carpet, Dakota sudahlah melenggang di usia 7 tahun untuk premiere of I Am Sam di tahun 2001. Di film ini ia beradu akting dengan Sean Penn. Kemudian masih banyak yang kutonton dan yang paling membekas adalah menontonnya dalam Hide and Seek. Ia bertemu dengan aktor sekaliber Robert De Niro di film ini. Buatku hidupnya penuh dengan keberuntungan, berakting dengan orang-orang hebat, mengasah talenta, membuka diri, siap ditempa dan FOKUS!

Satu kata kunci yang paling aku sukai akhir-akhir ini dan membuatku untuk tetap terjaga. Ya fokus membuat seseorang berjalan dan bertujuan pada hasil. Menciptakan track dan menapaki dengan caranya sendiri. Meskipun sebenarnya juga tidak sendirian amat sih.. tangan-tangan penolong datang dan mereka membantu kita secara tidak langsung untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Aku ingin seperti Dakota Fanning, dengan jalan yang berbeda, dengan ukuran yang berbeda pula..

→ Tinggalkan KomentarKategori: heart road
Ditandai: ,

Mahadaya Cinta

November 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sekian banyak perjumpaan yang akhirnya kudatangi untuk berbarter dengan kesepianku. Dulu, bagiku, tidak ada perjumpaan yang lebih menarik daripada berjumpa dengannya, ya aku menyediakan diriku secara sukarela dan sadar sebagai gugusan monopoli dan memonopoli secara tidak sadar.

Awalnya aku selalu menolak dan berdalih A- Z untuk sebuah pertemuan, jikapun datang itu hanya sekadar ada bukan karena keinginanku. Kini kusadar, bahwa keterikatan batin yang membuat aku berada di sana, sama kuatnya dengan ketika aku tidak ingin hadir, satu alasan : cinta. Cinta yang membuat segalanya menjadi mungkin, cinta yang membuat ikatan ini menjadi semakin terangkai dan berjejalin.

Perjumpaan, kadang juga disertai dengan rasa malas ya dan beribu alasan. Namun akan selalu berujung dengan suatu kebaruan.. seperti ketika aku bertemu dengan teman-teman eks GEMA-Bernas Yogyakarta, teman-teman eks FISIP Atma Jaya Yogyakarta teman-teman SMP 1 Wonosobo, teman-teman kantor lama.. ya begitulah kami, aku dan mereka berjejalin, merenda kenangan dan bertukar cerita..

Kupilih lagi : Mahadaya Cinta sebagai soundtracknya .. he he

Andaikata dunia bertabur cinta
Kasih sayang antar insan di dun

Damai tentram rasa di jiwa
Alangkah indah hidup kita

Andaikata insan saling mencinta
Berbagi kasih tanpa membeda
Aman tentram rasa di jiwa
Alangkah indah hidup kita

Reff:
Cinta….
Tebarkan cinta kasih di dunia
Karena cinta mahadasyatnya
Sang mahadaya

Andaikan kau indahkan imbauanku
Hidup akan damai tentram selalu
Dalam kasih kita menyatu
Mengarungi hidup nan syahdu

→ Tinggalkan KomentarKategori: heart road
Ditandai: , , ,

Menantinya Lewat

Oktober 24, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

bersembunyi : memperhatikan tanpa terlihat :)

bersembunyi : memperhatikan tanpa terlihat :)

Jika semua kesempatan mengarah padanya, segenap mata hati dan jiwaku tertuju pula padanya. Sosok yang sangat menarik dengan kesederhanaan dan kelugasannya. Dia belum mengerti bagaimana hati menjadi beriak ketika mata selalu tertarik untuk tertuju padanya. Aku sedang suka memperhatikannya, mencuri kesempatan dan mencari-cari ketika ia tiada. Jarak ini tidak memungkinkan aku merengkuhnya, saat ini.

I wish :)

→ Tinggalkan KomentarKategori: heart road

Hati Bersiap

September 16, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

red-crystal-heart

red-crystal-heart

Menata hati bukan perkara yang mudah. Luka menganga masih bertalu, menyisakan banyak pedih karena penghianatan komitmen.

Tapi sudah, semua sudah lewat,  bersiap, di hari ini.. rasa sakit muai sirna. Tak lagi ingat betapa sakit, tetapi justru tidur terlalu nyenyak hingga kesiangan. Menikmati hari, pagi siang dan malam, hingga menjadi ratu peraduan dan ratu di tempat tinggal sendiri. :)

Berpindah tempat, berjumpa dengan banyak teman yang sudah lama terabaikan. Beragam janji disusun, tak sabar menanti waktu yang tepat itu. Duh Dewi Laksmi..

→ Tinggalkan KomentarKategori: heart road