Pagi itu aku masih berdaster, dingin di dalam kamar, sengaja tidak kubiarkan udara panas masuk terlalu banyak. Masih berselimut bed cover, hangat dan nyaman. Aku tidak suka terik yang menyengat. Belum lagi selesai mengumpulkan tenaga untuk bangun. Pagi yang kuharapkan bisa menjadi sumber kesegaran buatku, pagi sebagai segala sumber ide dan rencana. Belum lagi kutancapkan teko listrik untuk membuat air panas, menyeduh teh tubruk kegemaranku, belum lagi ada beberapa teguk air putih, belum lagi kunikmati Marlboroku.. aku suka pagiku yang tenang dan damai, di sebuah kamar kos yang jauh dari jalan raya, tiada kebisingan.. aku merindukan pagiku..
2 tanggapan so far ↓
be samyono // Desember 25, 2007 pada 11:47p12 |
sering kurindukan senja. kala mereka meninggalkanku aku selalu berharap akulah yang akan tinggalkan mereka. Bukan aku yang ditinggalkan
Donny Verdian // Januari 5, 2008 pada 11:47p01 |
Hi Devil!
Kalo bobo pake daster ya..? hahaha