Menuntut, apa indahnya dari sebuah tuntutan? Apa buah dari tuntutan? Mengapa menuntut? Dan mengapa memutuskan memulai untuk menuntut. Merasa berhak-kah? Atau merasa keadaan sudah semakin baik? Ternyata tidak juga. Hanyalah sebuah egoisme yang dipaksakan pada orang lain. Tuntutan hanya membuahkan ketertindasan. Disaat itulah, hati yang sekian waktu nyaman untuk ditinggali, kini, bagaikan neraka jahanam, yang habis membabat pohon-pohon rindang, pohon kasih yang tertanam di relung.. what should i do?
3 tanggapan so far ↓
pinsilsakti // Januari 17, 2008 pada 11:47p01 |
mungkin kata “menuntut” tidak seseram yang kamu bayangkan vil… menuntut untuk tahu bukan sesuatu yang buruk… mungkin juga artinya hanya sekedar “ingin”. bukan “harus dengan paksa bila perlu”… so? pastikan saja dulu… benarkah itu sebuah “tuntutan”? atau hanya sekedar “hasrat yang sangat”…
naragita // Januari 18, 2008 pada 11:47p01 |
tuntutan adalah nama lain dari hasrat yang sangat
retnodevil // Januari 18, 2008 pada 11:47p01 |
Ha ha kenapa jadi sensi banget naragita dan pinsilsakti? Apakah kalian sedang dalam positioning penuntut?