Tag Archives: frida kahlo

Frida Kahlo, Si Cantik dengan Selera Buruk

Si cantik dengan kumis tipis dan alisnya yang menyatu adalah perempuan dengan talenta melukis yang luar biasa, narsis tiada tara namun dilahirkan dengan selera yang sangat buruk. Cerita hidupnya mulai menarik saat sebuah kecelakaan yang akhirnya menjadi titik pijak sebuah kebetulan.

Ia menjadi pelukis saat kakinya lumpuh. Ketika tubuhnya hanya bisa terbaring, saat itulah ia menyadari bahwa tangannya menjadi lebih terampil dan ia memulai takdirnya (kelak) dikenal sebagai Pelukis Meksiko. Ia meninggal di usia 47 pada 13 Juli 1954. Selama 28 tahun ia melukis dirinya sendiri sebagai objek penderita. Ya ia melukiskan dirinya saat ia mengalami penderitaan, kebahagiaan dan apapun yang berhubungan dengannya pergolakan jiwanya.

Pernikahannya dengan Diego Rivera, seorang pelukis mural, bisa jadi merupakan sebuah kesalahan fatal dalam hidupnya. Secara fisik Rivera tidak ganteng, tidak kaya, hatinya juga tidak baik, rajanya mabuk-mabuk-an, jagoan selingkuh pula! Apa hebatnya? Inilah yang kubilang ia berselera buruk. Mengapa perempuan dengan kecantikan ‘akulturasi’ Hungaria, Yahudi, India, Spanyol dan Meksiko plus kemampuan melukis keindahan luar biasa bisa memilih lelaki sepertinya?

Tapi berkat Diego pula, (mungkin) karyanya menjadi mudah terlihat oleh pelukis yang lain. Perempuan di zaman itu tidak mudah ‘unjuk gigi’ dan lebih banyak berurusan dengan perkara domestik. Namun Kahlo, sudah fasih memperbincangkan komunis dan Marxis bahkan pada saat ciuman pertamanya.

Hidupnya memang aneh. Seaneh ia melahirkan ia merajut kesakitannya di atas kanvas. Namun begitu ia menjadi inspirasi bagi banyak perempuan. Termasuk sutradara Taymor Julie untuk membuat film tentang perempuan pelukis yang paling berpengaruh di pertengahan abad 19 berjudul Frida pada tahun 2002.

Salma Hayek, yang memerankan Magdalena Carmen Frida Kahlo Calderón terasa pas benar. Aksen Meksikan-nya terasa kental merupakan modal, belum lagi gesture dan pengetahuannya tentang kebudayaan setempat menguatkan aktingnya. Tapi tidak perlu heran-heran amatlah, Hayek kan juga orang Meksiko, semuanya terasa wajar saja. Kecuali memang jalan hidup Kahlo yang luar biasa didera penderitaan dan ia tetap kuat meski kakinya tidak sempurna, dan meski lelakinya lebih menikmati mencicipi tubuh perempuan yang menjadi objek muralnya.. pernikahan dan komitmen yang sangat buruk.

Iklan