Tag Archives: Ingvar Kampard

Memimpikan IKEA, Berpuas dengan yang Ada

Untung saja Ingvar Kampard pernah lahir dengan sejumput idenya untuk memecah kejenuhan dunia desain interior dan melafaskan IKEA. Bahkan saking tidak luput dari dirinya, brand IKEA adalah singkatan dari namanya, Ingvar Kamprad digabungkan dengan nama tempat ia dilahirkan, Elmtaryd; dan desanya, Agunnaryd.

Sebuah brand yang tidak pernah membosankan. Ia kukenal saat sebuah majalah lawas di pinggiran Jalan Solo saat aku masih kuliah awal di Jogja. Beberapa waktu kemudian aku paham jika yang kubeli saat itu adalah sebuah katalog produk. Konon catalog produk IKEA diperkirakan adalah buku yang pendistribusiannya kedua terluas setelah Alkitab dan biasanya diperbarui setiap bulan Agustus. Dicetak sebanyak 190 juta dalam 25 bahasa dan didistribusikan di 35 negara dan  sesungguhnya tidak dijual.

Produk IKEA dikenal dengan rancangannya yang modern dan kadang terbilang aneh. Salah satu prinsip IKEA adalah mengurangi harga dengan berbagai cara tanpa mengurangi kualitas. Hal ini bisa dilihat di toko-toko IKEA dan di katalognya dalam bentuk pertanyaan seperti “Mengapa IKEA menjualnya tanpa dirakit?” atau “Mengapa IKEA membuat sesuatu dalam jumlah besar?”

Ingvar, pendiri perusahaan yang lahir di Swedia, ini mencapai sukses dengan usaha perabot yang dirakit sendiri dan diklaim mampu dijangkau. Ia adalah orang yang sederhana, dan kini ia merupakan orang terkaya nomor enam di dunia sekaligus dicatat karena kesederhanaannya. Hal terakhir ini juga ditularkan pada pekerja-pekerja IKEA di seluruh dunia. Dia bilang, “Orang-orang Ikea tidak mengendarai mobil mengilap atau menginap di hotel-hotel mewah,” katanya suatu ketika. Bahkan ia mengendarai Volvo 240 GL miliknya yang berusia 15 tahun untuk berkeliling kota.

Karena itu, tak heran jika  Ingvar Kamprad kini dinobatkan sebagai orang terkaya ketujuh di dunia dengan total kekayaan US$ 31 miliar oleh majalah Forbes yang terbit di tahun 2008. Sebuah jumlah yang sangat fantastis mengingat ia-konon-hanya berbisnis di bidang mebel tersebut.

Awalnya ia sebenarnya bukan hanya ingin berbisnis mebel, keinginannya banyak. Hanya karena keterbatasan modal yang diberi ayahnya terlalu minim akhirnya ia memutuskan untuk fokus pada penjualan mebel. Sebuah kebetulan yang ternyata menjadi pilihan tepat sebagai penentu masa depannya.

Kini tercatat gerai IKEA telah mencapai angka 237 di 40 negara. Meski berasal dari Eropa, pangsa pasar terbesar justru Amerika dan sangat menguasa Inggris Raya. Untuk prestasi itulah perusahaan riset pemasaran Interbrand menempatkan Ikea di peringkat ke-44 dalam jajaran 100 merek global paling bernilai pada 2002 – di atas Pepsi, Harley-Davidson, dan Apple.

Sebelum kita berburu IKEA di negara terdekat seperti Malaysia atau Singapura karena di Indonesia belum ada, cukuplah kita berpuas dengan INDEX, http://www.homecenterindonesia.com/product_page.htm, atau juga ACE HARDWARE, http://www.acehardware.co.id/ .. tempat-tempat yang sering kukunjungi meski hanya tertarik dengan pernik wind chimes atau barang-barang yang sangat menolong.. pemantik api misalnya.. atau membeli kado pernikahan J. Selalu ada yang mengasyikan di sana..