Tag Archives: kathmandhu

Nepal, Negeri Seribu Stupa

nepal--

AKHIR-akhir ini, para pelancong dari Indonesia mulai melirik Nepal sebagai tempat tujuan wisata. Akses yang mudah dan keterjangkauan harga untuk tinggal di sana yang murah menjadi salah dua alasan para terutama backpacker untuk tinggal berlama-lama di sana. Nepal juga menjadi negara idaman juga bagi para pendaki gunung yang ingin menakhlukan Himalaya.
Aroma eksotis Nepal yang khas, bisa dirasakan sejenak setelah mendarat di Bandara Tribhuvan di Kathmandhu. Anda jangan buru-buru membayangkan bandara di kota ini rapi dan bersih, masih jauh dari itu. Dan karena Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Nepal, segera setelah tiba, Anda akan diwajibkan untuk mengurus dan membayar visa on arrival. Untuk urusan itu, siapkanlah mata uang dolar Amerika sebesar US$25 jika Anda tinggal paling lama 15 hari, US$40 untuk tinggal paling lama 30 hari, dan US$100 untuk tinggal paling lama 90 hari.
Di Bandara Tribhuvan juga tersedia konter-konter untuk penukaran uang. Anda hanya perlu membawa mata uang dolar Amerika untuk ditukarkan di sana, namun jangan kaget jika pada nantinya Anda akan menerima uang-uang kertas yang sudah lusuh, meskipun dari bank resmi negara itu.
Seusai mengurus visa, dan menukarkan uang, Anda akan segera menuju penginapan. Untuk urusan transportasi, di bandara juga tersedia taksi. Jangan ragu untuk melakukan negosiasi harga, karena taksi di negara itu memang bisa ditawar.
Jika Anda belum melakukan pemesanan penginapan, tidak perlu panik. Di daerah turis, Thamel demikian disebut, Anda akan dengan leluasa memilih penginapan yang Anda inginkan dan sesuai dengan budget yang telah dirancang.
Setelah cukup beristirahat, Anda akan bersiap melihat keindahan negeri yang disebut dengan negeri seribu stupa itu. Agama Hindhu di negara ini menempati urutan pertama karena nenek moyang mereka yang berasal dari India juga menganut agama Hindhu, setelah itu Budha, terutama saat Sang Budha Sidharta Gautama diketahui lahir di sebuah distrik Kapilavastu, Nepal Selatan, dekat perbatasan India.
Pada saat itu jangan lupa untuk menyiapkan masker penutup wajah karena jalanan di Ibu Kota Nepal, Kathmandhu relatif berdebu yang diakibatkan jarang hujan. Anda juga perlu menyiapkan uang pecahan jika Anda ingin berderma atau memberikan tips untuk seseorang yang memberikan jasanya dalam perjalanan Anda.
Berikut adalah tempat-tempat yang layak dikunjungi saat Anda berada di Nepal:

1. Boudhanath
Penduduk setempat sering juga menyebut dengan Boudnath untuk menyingkatnya. Tempat ibadah untuk para penganut agama Budha itu seringkali dikunjungi oleh para peziarah dan biksu dari berbagai belahan dunia, namun yang terbanyak adalah dari Tibet.
Para pendoa ramai datang ke Boudhanath karena merupakan tempat ibadah dengan stupa terbesar dengan tinggi 36 meter. Mereka akan mengelilingi stupa hingga puluhan kali sambil berdoa.
Boudhanath berjarak 11 kilometer dari pusat kota Kathmandhu. Letaknya yang berada di tengah kota dan di tepi jalan raya memudahkan akses bagi pengunjung.
Seperti di tempat-tempat wisata di negara ini, harga tiket dibedakan antara turis yang berasal dari South Asian Association for Regional Cooperation, atau SAARC dengan pengunjung dari negara lain. Delapan negara yang dimaksud adalah Afganistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Srilanka.
Untuk pengujung dari SAARC, maka akan dikenai biaya masuk Rs40, sementara untuk turis asing lainnya Rs150.

2. Pasupatinath
Sebelum berkunjung ke tempat ini, Anda harus bersiap-siap untuk sedih. Sebenarnya, tempat ini tidak tepat disebut sebagai tempat wisata karena merupakan kuil untuk mengremasi jenazah. Hanya jenazah beragama Hindhu yang bisa diupacarakan dengan prosesi kremasi di tempat ini. Jika Anda berkesempatan datang pada saat ada jenazah, maka bersiap-siaplah menitikkan air mata. Haru biru keluarga dan kerabat yang menangisi jenazah akan bergema hingga bermeter-meter jauhnya. Anda pun akan merasakan betapa sedihnya merasakan kehilangan.
Meski tidak bisa mendekat, para pelancong dapat menyaksikan prosesi sembahyangan jenazah dari sisi berlawanan yang dibatasi oleh sungai Bagmati yang lebarnya sekitar tiga meter.
Bersiaplah juga membawa payung atau penutup kepala, karena di tempat ini jarang terdapat kanopi, sehingga terik matahari langsung menyengat.
Kuil yang tercantum dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO ini memang banyak diminati oleh para pelancong. Namun bagi Anda yang non-Hindhu mesti teliti membaca tanda karena terdapat tempat-tempat tertentu atau pintu akses yang khusus untuk pemeluk agama itu seperti pintu masuk ke kuil utama.
Untuk menuju ke Pasupatinath tidaklah sulit. Anda hanya perlu menuju terminal bus terpadu yang disebut dengan Ratna Park dan menempuhnya hanya sekitar 15 menit dengan biaya sekitar Rs15.

3. Swayambhunath
Tempat ibadah ini juga dikenal dengan sebutan Monkey Temple atau candi kera. Banyak kera akan mengintai Anda sepanjang perjalanan menuju puncak Swayambunath. Hati-hati dengan barang bawaan terutama minuman, kera-kera yang beraktivitas di sela-sela tumbuhan pinus itu akan menjarah terutama saat matahari sangat terik.
Swayambhunath adalah tempat ibadah kedua terbesar setelah Boudhanath. Dari jalan raya, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai puncak karena kontur tananhnya yang berbukit.
Namun perjalanan yang cukup melelahkan itu akan terbayar. Anda akan melihat pemandangan Kathmandhu yang luar biasa indah dari ketinggian.
Untuk menuju tempat ini dapat ditempuh 15 menit dengan bus dari Terminal Bus terpadu Ratna Park. Sementara harga tiket masuk untuk pengunjung asal negara diluar Asia Selatan Rs200

4. Durbar square
Tempat wisata terpadat kali ini adalah Durbar Square. Letaknya hanya sekitar satu kilometer dari Thamel, bisa ditempuh dengan cara jalan kaki. Di Durbar Square, terdapat bangunan Hindhu seperti Hanuman Dorkha, Basantapur Durbar, Chyasin Dega, Maju Dega, Gaddi baithak dan Khumari ghar yang semuanya terkait. Seperti istana-istana di Jawa yang masing-masing bangunan terpisah memiliki fungsi yang berbeda.
Berbicara tentang Khumari Ghar adalah bangunan yang memiliki kisah unik. Di sini menjadi rumah tinggal seorang bayi perempuan yang dipercaya merupakan titisan Dewi Taleju. Bayi-bayi itu dipilih oleh pihak ahli waris berdasarkan tanggal kelahiran, sifat dan perangai yang sama dengan sang dewi dan berhak tinggal hingga mendapatkan menstruasi pertamanya.
Setelah saatnya tiba, mereka akan dikembalikan kepada keluarga biologisnya dan melangsungkan kehidupan kembali layaknya manusia normal, bukan anggota kerajaan.
Jika beruntung, para pengunjung bisa menanti munculnya Dewi Khumari Ghar yang biasanya akan menampakkan diri di waktu-waktu tertentu.
Harga tiket masuk untuk pengunjung asal negara di luar Asia Selatan Rs750.

5. Bhaktapur
Tempat ini merupakan kota pertama cikal bakal dari negara Nepal pada abad ke VIII. Untuk mengelilingi tempat itu, setidaknya membutuhkan waktu setengah hari termasuk dengan perjalanan dari Kathmandhu.
Meski tidak jauh dari Ibu Kota Nepal, pemandangan di Bhaktapur akan membawa ingatan kita pada pengalaman pra sejarah. Menuju tempat itu Anda akan berhadapan dengan permukiman penduduk yang masih sangat tradisional. Mereka membuat tembikar dan menjualnya sebagai suvenir.
Bhaktapur merupakan salah satu warisan dunia yang terdaftar dalam UNESCO. Bangunan-bangunan candi Hindhu di sini pernah mengalami kerusakan parah saat gempa tahun 1934. Setelah direstorasi, pengunjung yang masuk akan dikenal biaya Rs1.500.
Terkait dengan jarak tempuh yang panjang, jangan khawatir saat Anda lapar. Banyak makanan yang dijajakan di toko-toko mungil di tepi jalan. Kebanyakan masih menjual makanan-makanan tradisional yang menikmatinya sembari minum teh. Jangan dibayangkan Anda akan mendapatkan teh seperti di Indonesia. Sekali Anda memesan teh, maka yang akan tersaji adalah teh susu yang sangat kental, legit!
Jika lidah Anda tidak cocok dengan masakan kari, di beberapa tempat juga menyediakan menu khas Amerika atau Meksiko, tinggal pilih saja restorannya. Tapi yang paling wajib untuk dicoba adalah yoghurt dan madu lokal. Yoghurt Bhaktapur merupakan salah satu komoditi yang banyak dicari wisatawan karena rasanya uang otentik dan teksturnya yang terasa sedikit kasar di lidah.

6. Thamel
Tempat di pusat kota Kathmandhu ini merupakan tempat favorit bagi para wisatawan. Di sinilah surganya belanja dan kuliner. Anda bisa memilih oleh-oleh lengkap, dari baju, kain, makanan, pashmina, bahkan tas kulit yak. Harganya pun relatif terjangkau, asalkan tidak lupa menawar. Menawar bukanlah hal yang tabu di Nepal.

Berlibur ke Nepal sangat menyenangkan karena sebagian besar penduduknya ramah meskipun untuk berkomunikasi agak sulit. Hal itu karena kebanyakan dari penduduk di Nepal tidak bisa berbahasa Inggris. Namun jangan khawatir, jika Anda bertanya tentang suatu tempat, hanya perlu menunjukkan gambar, mereka akan senang hati untuk memberitahu atau mengantarkan Anda hingga sampai di tujuan jika yang terakhir adalah pengemudi.
Kota Kathmandu sendiri merupakan kota tersibuk dengan polusi udara dan suara yang juga cukup tinggi diantara kota kota lainnya, suara klakson dari mobil, bus, microbus, motor yang memekakan telinga dan kondisi lalu lintasnya yang semrawut.
Namun jangan jadikan situasi itu menjadi halangan. Justru di sinilah tantangannya, menikmati hal-hal yang berbeda. Di Nepal polusi udara juga sangat tinggi, tapi bukan berasal dari pabrik melainkan debu tanah kering yang beterbangan dan asap kendaraan. Maklum,
negara ini jarang dituruni hujan dalam setahunnya namun jika memasuki bulan November kondisi udara menjadi berubah dingin hingga 5 derajat celcius.

Iklan