Tag Archives: Kristen Stewart

Good Bye Twilight-ers!!!

ashley greene

Mungkin sebelumnya aku tidak kaget dan ambil pusing jika sutradara Twilight Catherine Hardwicke memecat Kellan Lutz dan Rachelle Lefevre. Tapi hari ini kembali US Magazine merilis bahwa Ashley Greene juga akan diberhentikan hanya karena meminta bayaran lebih dalam film Breaking Dawn, sekuel terakhir Twilight. (Twilight, New Moon, Eclipse dan Breaking Dawn).

Bisakah dipahami jika para pemain juga sama dengan pekerja di belakang layar lain, yang merasa bahwa mereka juga berhak mendapatkan apresiasi yang layak atas kerja keras mereka. Tercatat, Twilight meraup untung hingga US$706 juta, mengalahkan James Bond. Padahal biaya pembuatan film sangat kecil dibanding Quantum of Solace yang head to head waktu penayangannya. Konon, sekuel New Moon pun mampu melibas pendapatan Twilight. Ini artinya semakin banyak ‘penonton baru’ yang terinfeksi. Jadi keinginan mereka untuk menaikkan posisi tawar kuanggap kewajaran.

Greene, dengan perannya sebagai Alice Cullen memang tidak terlalu menonjol. Tetapi kehadirannya mampu mencuri perhatian. Dan dia mendapatkan adegan-adegan yang pas dan mampu mengekspose kemampuan aktingnya, terutama saat adegan-adegan menegangkan, contohnya: saat  Edward bernegosiasi dengan vampir senior di Volterra, Italia.

Kristen Stewart, Taylor Lautner and Robert Pattinson sebagai pemegang peran-peran kunci selalu membutuhkan peran-peran sekunder seperti Alice untuk mendukung akting mereka. Jika ini film terakhir, aku pikir chemistry mereka sebagai pemain juga sudah terbentuk. Anggap saja ini seperti hubungan percintaan yang membutuhkan chemistry dan mampu memproduksi medan magnet yang kuat.

Chemistry inilah yang sanggup menarik penonton untuk bertahan menyaksikan sebuah episode kelanjutan bukan justru berpikir, apakah peran penggantinya pas atau tidak. Aku pikir bahwa kehadiran orang baru ini nantinya akan sangat mengganggu karena penonton, yang sangat loyal dan mengaku Twilighter akan sibuk membandingkan akting mereka dibandingkan serius menikmati filmnya.

Ya aku katakan menikmati. Sesungguhnya, film ini memang tidak ada isinya sama sekali. Film vampire dan warewolf, lengkap dengan cerita cinta-cintaan.. apa menariknya selain hiburan? Tapi itu juga kebutuhan penonton dengan situasi tertentu. Jika semua orang berpikir, harus menonton film yang berisi dan mendidik, ya itu soal lain.

Setiap orang pasti akan membutuhkan oase tanpa harus dipaksakan. Menonton sama juga seperti pilihan yang lain, mempunyai motif. Motif informasi, hiburan, mendidik atau juga kebutuhan mempengaruhi dan dipengaruhi..

Jika Leila S. Chudori menulis: resensi film itu bernilai nol di hadapan penggemar fanatik, aku sepakat. Sama seperti ketika penulis resensi film juga bisa subyektif karena fanatik alias nge-fans dengan Brad Pitt atau Ethan Hawke.. dan setiap menulis tentang film dan akting mereka selalu saja dipuji. Ya secara prinsip memang begitu adanya. Mbak Greene, sampai jumpa di The Apparition — tahun depan 😦 ..