Tag Archives: leonardo dicaprio

Mencintai Bar Refaeli Sekaligus Pacarnya..

bar refaeli

bar refaeli

ISRAEL dan Yahudi menjadi sesuatu hal yang menarik perhatianku saat ini. Banyak hal yang menarik dari Israel seperti Adi Barkan misalnya yang kutulis sebulan yang lalu. Kali ini adalah supermodel Bar Refaeli. Ia didesak untuk mempertimbangkan kembali hubungannya dengan Leonardo DiCaprio oleh sebuah kelompok nasionalis Israel, Lehava.

Kelompok ini mengirimkan imbauan melalui surat yang ditandatangani atas nama Baruch Meir Marzel. Intinya, Marzel meminta Refaeli untuk mendepak DiCaprio dan mempertimbangkan untuk menikah dengan pria Yahudi sebagai gantinya. Darah sang ayah Rafael dan ibunya yang juga model Tzipi Levine, full blood jews!

Marzel punya ketakutan bahwa jika nanti Refaeli menikah dengan DiCaprio maka akan menghilangkan jejak ke-Yahudi-annya. Atau yang mereka kenal dengan sebutan asimilasi. Refaeli yang kini bahkan berani tampil tanpa atasan untuk sebuah cover majalah Vogue Rusia tidak bergeming meski dia juga membantah tidak bertunangan ataupun menikah dengan DiCaprio.

Asimilasi ini ditakuti oleh orang-orang Yahudi yang bahwa menikah dengan orang non Yahudi akan membuat degradasi ras superior, maklum mereka adalah satu-satunya ras yang selalu menjaga identitas kenasionalan mereka.

Tapi, ini bukanlah persoalan nasionalisme atau ras. Ini adalah perkara yang sangat universal, cinta. Cinta pula yang membawa Refaeli menjadi relawan untuk Proyek Sunshine sebuah organisasi nirlaba yang menyediakan layanan gratis dan program untuk anak-anak menghadapi penyakit yang mengancam kejiwaan. Dia juga menawarkan diri untuk organisasi Ahava, yang telah merawat hewan peliharaan yang ditinggalkan di Israel Utara selama tahun 2006 saat konflik Israel-Libanon.

DiCaprio sendiri juga filantrop sejati. Hope for Haiti baru salah satunya. Lainnya, ia juga menjadi aktivis lingkungan bersama organisasi Natural Resources Defense Council (NRDC) di Amerika dan mampu mendirikan Leonardo DiCaprio Foundation yang concern pada masalah lingkungan.

Kenapa juga kita sering dipusingkan dengan pikiran-pikiran mendikte apa yang harus dilakukan orang lain dengan ukuran kebenaran kita sendiri, tetapi tidak mengapresiasi apa yang telah dilakukan orang lain? Ini adalah bentuk cinta yang paling sederhana menurutku.

Shutter Island : Boker tanpa Cebok!

Menonton Shutter Island ibarat boker tanpa cebok! Psychological horror-thriller film yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio ini berhasil bikin keki penonton yang sudah berharap banyak karena antiklimaks yang bisa dianggap tidak selesai. Atau bahkan mungkin selesai dengan interpretasi bebas.

Siapa yang paling bertanggung jawab? Sutradara Martin Scorsese-kah atau justru Dennis Lehane? Ya film yang didistribusikan oleh Paramount Pictures ini diadaptasi dari novel karya Lehane pada tahun 2003 lantas bikin geregetan setengah mati.

Duet Scorsese dan DiCaprio memang bagai pasangan dansa tango yang sedang jatuh hati. DiCaprio dipercaya sineas jebolan jurusan film New York University yang lahir dengan  selera unik itu dalam banyak filmnya. Sebut saja Gangs of New York (2002), The Aviator (2004), dan The Departed (2006). Mungkin rasanya sama seperti ketika Scorsese jatuh cinta pada Harvey Keitel dan Robert De Niro.

Film ini bercerita saat dua marsekal Amerika Serikat Teddy Daniels dan mitranya Chuck Aule (Mark Ruffalo) di tahun 1954 menyelidiki hilangnya seorang pasien, Rachel Solando (Emily Mortimer) dari sebuah rumah sakit jiwa, Ashecliffe Hospital. Rumah sakit ini adalah rumah sakit yang semua praktik pencucian dan pembedahan otak diadaptasi dari kekejaman Nazi. Nah yang bikin geregetan, ketika Teddy Daniels di bagian endingnya sama sekali kurang jelas. Apakah dia berhasil dicuci otak atau tidak. Satu penanda dia menyebut partnernya “Chuck” buat saya masih terasa kurang, gesture pemeran pendukung lain sama sekali ‘nggak bunyi’.

Ini jelas bukan kesimpulan :), tapi ada kemungkinan besar tidak berhasil, analisis sederhana, film Hollywood tidak akan pernah memenangkan Jerman dalam bentuk apapun dan bagaimana-pun termasuk ‘produk’ Nazinya.Tak hanya sineas yang sentimen, para kritikus film Hollywood bahkan sama sekali tidak bersimpati sesuai porsinya.

shutter island

shutter island

—– Cilandak Town Square – March 14th 2010, 16.15. with my friends : Shinta, Probo dan Eddy.

Probo, aku, Shinta, dan yang ambil gambar : Eddy

Probo, aku, Shinta, dan yang ambil gambar : Eddy