Tag Archives: RU486

Pil Aborsi RU 486 Diluncurkan di Milan Italia

Reaksi emosional di Italia dengan munculnya pil aborsi RU486 sebenarnya sudah bisa diduga. Vatikan, sebuah enklaf yang berada di dalam wilayah kota Roma di Italia dan merupakan otoritas pusat Gereja Katolik telah mengecam pil aborsi ini.

Sebenarnya bukan pil yang menjadi masalahnya, tetapi praktik aborsi itulah yang memang tidak berkenan dalam agama Katolik. Akibatnya, 7o persen dokter di Italia mengatakan tidak mau melakukan aborsi dengan alasan agama. Bagaimana mungkin aborsi ini akan didukung, menjalankan keluarga berencana dengan menggunakan alat kontrasepsi saja dilarang.

Tidak hanya pemuka agama Katolik dan dokter, pemerintah setempat, gubernur konservatif yang baru terpilih, Roberto Cota di wilayah Piedmont, Italia Utara dan Luca Zaia, Veneto, Italia Timur Laut secara terbuka menentang pil aborsi dan menolak distribusinya hingga ke rumah sakit lokal.

Tetapi larangan dan penolakan ini tidak di-AMIN-i oleh sebagian orang seperti ginekolog Rumah Sakit Niguarda, Mario Meroni yang mengizinkan pemberian RU486 untuk seorang perempuan dari wilayah Lombardy seusiaku dengan kehamilan kurang dari 49 hari. Ketentuan ini disahkan oleh AIFA, Dinas Farmasi Italia yang mensahkan penggunaan RU486 di rumah sakit di bawah pengawasan medis dan persyaratan 49 hari tersebut. Di Amerika Serikat, prosedur ini dijalani dengan pengawasan ketat dari klinik aborsi yang mengharuskan kunjungan sedikitnya 3 kali ke klinik tersebut.

Pada kunjungan pertama, wanita hamil tersebut diperiksa dengan seksama. Jika tidak ditemukan kontra-indikasi seperti perokok berat, penyakit asma, darah tinggi dan kegemukan yang justru meningkatkan risiko kematian akibat melahirkan. Pil yang dikenal dengan nama Pil Aborsi Perancis ini menggunakan 2 hormon sintetik yaitu mifepristone dan misoprostol untuk secara kimiawi menginduksi kehamilan usia 5-9 minggu. Ia bekerja dengan cara memblokir hormon progesteron yang berfungsi vital untuk menjaga jalur nutrisi ke plasenta tetap lancar. Karena pemblokiran ini, maka janin tidak mendapatkan makanannya lagi dan menjadi kelaparan.

Pada kunjungan kedua, yaitu 36-48 jam setelah kunjungan pertama, wanita hamil ini diberikan suntikan hormon prostaglandin, biasanya misoprostol, yang mengakibatkan terjadinya kontraksi rahim dan membuat janin terlepas dari rahim. Ada beberapa kasus serius dari penggunaan RU 486, seperti aborsi yang tidak terjadi hingga 44 hari kemudian, pendarahan hebat, pusing-pusing, muntah-muntah, rasa sakit hingga kematian. Sedikitnya seorang wanita Perancis meninggal sedangkan beberapa lainnya mengalami serangan jantung. Di Amerika Serikat, percobaan penggunaan RU 486 diadakan pada tahun 1995. Seorang wanita diketahui hampir meninggal setelah kehilangan separuh dari volume darahnya dan akhirnya memerlukan operasi darurat.

Efek jangka panjang dari RU 486 belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa alasan yang dapat dipercaya mengatakan bahwa RU 486 tidak saja mempengaruhi kehamilan yang sedang berlangsung, tetapi juga dapat mempengaruhi kehamilan selanjutnya, yaitu kemungkinan keguguran spontan dan cacat pada bayi yang dikandung. Bagi sebagian besar, munculnya pil aborsi kimia bisa mengundang reaksi positif ataupun juga negatif.

Tetapi buat saya, kita telah berbicara tentang hak hidup seseorang dan risiko berhubungan seksual. Jika tak paham keduanya, mustahil saya menulis hingga di alinea terakhir ini.

Iklan