Tag Archives: shutter island

Shutter Island : Boker tanpa Cebok!

Menonton Shutter Island ibarat boker tanpa cebok! Psychological horror-thriller film yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio ini berhasil bikin keki penonton yang sudah berharap banyak karena antiklimaks yang bisa dianggap tidak selesai. Atau bahkan mungkin selesai dengan interpretasi bebas.

Siapa yang paling bertanggung jawab? Sutradara Martin Scorsese-kah atau justru Dennis Lehane? Ya film yang didistribusikan oleh Paramount Pictures ini diadaptasi dari novel karya Lehane pada tahun 2003 lantas bikin geregetan setengah mati.

Duet Scorsese dan DiCaprio memang bagai pasangan dansa tango yang sedang jatuh hati. DiCaprio dipercaya sineas jebolan jurusan film New York University yang lahir dengan  selera unik itu dalam banyak filmnya. Sebut saja Gangs of New York (2002), The Aviator (2004), dan The Departed (2006). Mungkin rasanya sama seperti ketika Scorsese jatuh cinta pada Harvey Keitel dan Robert De Niro.

Film ini bercerita saat dua marsekal Amerika Serikat Teddy Daniels dan mitranya Chuck Aule (Mark Ruffalo) di tahun 1954 menyelidiki hilangnya seorang pasien, Rachel Solando (Emily Mortimer) dari sebuah rumah sakit jiwa, Ashecliffe Hospital. Rumah sakit ini adalah rumah sakit yang semua praktik pencucian dan pembedahan otak diadaptasi dari kekejaman Nazi. Nah yang bikin geregetan, ketika Teddy Daniels di bagian endingnya sama sekali kurang jelas. Apakah dia berhasil dicuci otak atau tidak. Satu penanda dia menyebut partnernya “Chuck” buat saya masih terasa kurang, gesture pemeran pendukung lain sama sekali ‘nggak bunyi’.

Ini jelas bukan kesimpulan :), tapi ada kemungkinan besar tidak berhasil, analisis sederhana, film Hollywood tidak akan pernah memenangkan Jerman dalam bentuk apapun dan bagaimana-pun termasuk ‘produk’ Nazinya.Tak hanya sineas yang sentimen, para kritikus film Hollywood bahkan sama sekali tidak bersimpati sesuai porsinya.

shutter island

shutter island

—– Cilandak Town Square – March 14th 2010, 16.15. with my friends : Shinta, Probo dan Eddy.

Probo, aku, Shinta, dan yang ambil gambar : Eddy

Probo, aku, Shinta, dan yang ambil gambar : Eddy