Tag Archives: single life

Ntar Nggak Kawin-kawin Loh!

ADA orang usil yang tiba-tiba mengatakan pada orang di dekat saya, katanya ,”Jangan suka nyindir-nyindir, ntar nggak kawin-kawin loh!”
[lha dia lagi nyindir saya, hehe]
Asem bener kan?

Saya sempat bete dan mau marah-marah rasanya. Tapi ngapain juga ya?
Saya nggak pernah kok menutupi status lajang saya.
Saya juga nggak pernah malu saya masih lajang.
dan… semua orang tau saya lajang.
Toh, saya juga nggak nggateli suami orang atau pacar orang.
Ada yang salah?

Perlu tahu ya, saya sendirilah yang berhak menentukan kapan saya akan menikah opsss, bahasa orang itu kawin cing! atau bahkan keputusan-keputusan lain. Keputusan hidup saya apapun tidak akan bergantung dan bisa dipengaruhi oleh dia kan? Jadi kenapa dia repot dengan status saya?

Dulu, orang itu pernah ngedumel hanya gara-gara saya tinggal makan siang. Kenapa, karena diajak 3 kali tidak nyaut, saya kabari saya sudah sampai di tempat, handphone-nya tidak dibawa. Trus dia berkoar-koar pada orang lain begini, “Anak kemarin sore aja belagu!”

Belagu apa coba ya? Gini deh kalau komunikasi nggak lancar, orang nggak ngerti manfaat teknologi. Jadi handphone itu mesti ditinggal di laci [drawerphone..] trus nyalahin orang lain yang menghubungi, logikanya di mana?

Alhasil ya sudah saya minta maaf.. meski saya tidak salah. Tapi sekarang? Tidak. Tuman! Saya nggak akan mundur. Meski dia hanya menyerang sisi ego saya sebagai lajang, saya tidak akan minta maaf untuk membuatnya diam. Saya lebih happy begini, saya lebih seneng diam dan tidak berbicara dengan orang itu. Toh berkawan dengan orang itu nggak ada manfaatnya, nggak ada ilmunya.

Nah kalau kemudian orang itu akan berkoar-koar bahwa saya nggak kawin-kawin dan bla-bla-bla.. detik yang sama orang tentu akan berpikir, “Emangnya situ Oke?”

Dan saya cuma mau bilang aja, status lajang itu nggak ada salah lho, seburuk-buruknya orang mau komentar paling cuma bilang, “Nggak laku!” Tapi saya nggak khawatir dengan itu, nggak bakalan sakit hati juga sekarang. Cuma orang yang kawin minded seperti orang itu aja paling yang komentar nggak pakai otak.

Oya, satu hal, saya tahu lho, orang itu diam-diam belum lama menyandang status janda, tapi apa saya rese’? Nggak..
Penderitaan orang itu sebagai janda lebih berat dibanding kebahagiaan saya.
Orang lebih mudah men-cap buruk janda daripada lajang.
Saya bisa berdamai dengan hati saya bahwa saya lajang, tapi orang itu? [eh bukan urusan saya juga, sebodo amat!]
Jadi sekarang, terserah deh orang itu mau apa, mau mencak-mencak juga silakan, saya tidak peduli.
Orang itu nggak akan berarti lagi sebagai teman dan rekan kerja buat saya, apalagi pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya dia handle, saya dari dulu biasa menghandle sendiri. Dia nggak ada gunanya buat saya.

Tell US about being SINGLE..

seperti ini kira-kira—

 

Pilihlah 6 Penasihat Cinta Terbaik di Dunia

1. Pakar cinta atau comblang profesional
Mereka telah lebih banyak mendengar keluhan dan persoalan relasi percintaan. Itulah mengapa mereka disebut sebagai pakar. Tidak hanya mendengarkan, mereka juga memelajari bagaimana beberapa pasangan sukses keluar dari kemelut permasalahannya. Ide itulah yang akan ditularkan untuk Anda sebagai cara praktis sehingga Anda tidak perlu mencoba-coba taktik ini itu untuk menyelesaikan masalah.

2. Sekolah, konselor atau terapis berlisensi
Jika Anda masih berkuliah dan berpikir seorang konselor hanya duduk-duduk menulis surat pikirkan lagi. Bagian dari deskripsi tugas mereka adalah untuk membantu Anda untuk mengenai pengembangan pribadi. Mereka mendengar segala macam hal. Anda akan terkejut. Jadi jika Anda bingung atau tidak bahagia atau patah hati, mengapa tidak memcoba menemui mereka? Mereka ada untuk membantu Anda.

3. Ginekolog
Seorang teman pergi ke ginekolog untuk memeriksakan kesehatan reproduksinya. Curhat yang berakhir dengan saran dokter untuk memutuskan hubungan dan mencari pasangan lain. Ia juga mengatakan bahwa seks terlalu dini dalam sebuah hubungan bukan pernikahan akan berbuntut buruk. Teman tersebut sepakat dan menindaklanjuti saran dokter. Hasilnya ia mendapatkan pria yang jauh lebih baik.

4. Kakek dan nenek
Mereka tentu saja sangat senior dan kaya dengan nasihat yang memiliki perspektif. Namun, perlu diingat bahwa mereka cenderung untuk menyederhanakan persoalan. Anda harus melakukan penyesuaian atau koreksi dari kenyataan bahwa mereka mungkin saja belum pernah mengirimkan pesan singkat melalu smart phone seperti Anda atau bahkan tidak pernah berciuman yang sedikit panas.

5. Ibunya atau calon ibu mertua
Jika ada satu-satunya perempuan yang paling mengenal pacar atau calon pasangan selain Anda, tentu saja ia adalah ibunya. Jadi bersahabatlah dengannya, jangan justru berlomba dengannya untuk meraih hati kekasih. Ia mungkin tidak mengetahui kebiasaan anaknya. Tetapi ia mengetahui ketika anaknya bahagia, cemas, atau stres. Beberapa perempuan bahkan mendapatkan bocoran tentang sifat dasar sang kekasih dari ibunya. Jadi jangan sekalipun meremehkannya!

6. Teman yang telah menikah
Teman-teman perempuan yang telah menikah merupakan saksi kunci perilaku laki-laki yang hidup bersama mereka. Mereka akan memberitahu Anda kapan saat yang tepat untuk tenang, minta maaf, atau keras untuk mencapai tujuan. Jangan meremehkan kebijaksanaan istri dalam perencanaan kehidupan, mengatur anak atau juga kebiasaan menabung. Perempuan lajang tidak akan pernah bisa memberikan nasihat yang serupa dengan perempuan yang telah menjadi istri. (Glamour/Me)