Tag Archives: Swalayan Santa

Solo Me- Oooooo

Tidak ada pagi yang quiet in the morning bersama dengan seduhan teh madu dan beberapa batang rokok, pagi yang selalu aku dambakan. Jam kerjaku berubah. Yang awalnya 12.00-24.00 dilanjutkan dengan hang out.. sekarang 09.00-17.00 no hang out! Ya, aku pindah kerja ke Jakarta, setelah dari Solo. Jakarta yang setelah selama 9 bulan aku tinggalkan.

Tidak buru-buru ke kantor, seperti pagi ini. Jalanan lengang.. semua lancar, aku sempat membeli bubur ayam berkuah di depan Swalayan Santa.. Rp 6.000,- bubur+kerupuk+sate usus dan sate hati ayam. Bukan sarapan yang berat kurasa.

Solo.. selalu menyisakan kegembiraan dan kesedihan sekaligus.. Aku merindukannya kini. Dengan segala gegap gempitanya dan sunyinya di setiap lorong hati dan relung-relungnya. Namun justru lorong sunyi itu adalah isinya. Aku merindukannya.. selalu…

Iklan