Bertemu Mantan

Hai mantan, cepat atau lambat akhirnya kita ketemu juga, seperti siang tadi. Selamat datang di Kedoya. Akhirnya kita sekantor lagi ya. Semoga betah. Etapi kenapa kamu kusut masai gitu? Lelah? Ooo sudah sebulan? Mari kita kerja. Salam  rock and roll!

Iklan

Gamaliel Audrey Cantika (GAC): STRONGER!

Trio vokal GAC, (ki-ka) Audrey Tapiheru, Gamaliel Tapiheru dan Cantika berpose untuk Media Indonesia saat peluncuran album terbaru mereka berjuduk "Stronger" di Jakarta, Selasa, (9/6). MI/ATET DWI PRAMADIA

Trio vokal GAC, (ki-ka) Audrey Tapiheru, Gamaliel Tapiheru dan Cantika
berpose untuk Media Indonesia saat peluncuran album terbaru mereka berjuduk
“Stronger” di Jakarta, Selasa, (9/6). MI/ATET DWI PRAMADIA

GAC semakin memantapkan kariernya di dunia musik Indonesia. Setelah dari Swedia, ketiganya memiliki kemampuan tambahan, menjadi komposer sekaligus produser bagi musik mereka.

GRUP vokal beranggotakan Gamaliel Tapiheru, Audrey Tapiheru, dan Cantika Abigail (GAC) di Jakarta, kemarin, resmi merilis album keduanya berjudul Stronger. Album berisi 10 lagu itu mengangkat kiprah mereka bertiga dalam bermusik dengan eksperimen selama tiga pekan di Swedia.

Kisahnya, pada Maret 2014 lalu, atas rekomendasi dari Hayden Bell, A&R Sony Music Asia Pacific, ketiganya mengikuti songwriting camp dan rekaman di The Kennel Music. Semula mereka berpikir workshop itu sekadar teori tentang proses kerja industri rekaman.

“Tapi ternyata waktu kerjanya itu 17 hari. Setiap hari bertemu dengan songwriter, komposer, dan produser dari Swedia, ada juga dari Inggris dan ikut workshop bareng. Jadi, prosesnya itu biasanya hari pertama bikin lagunya, beat, progress support, melodi, hingga jadi struktur lagunya. Malam-malam baru kita bikin lirik, besoknya rekaman. Seperti lagu berjudul Bahagia itu dua hari jadi dari mentah,” tutur Gamal.

Bagi Sony Music, label yang menaungi GAC, mengirimkan artis mereka ke Swedia ialah sebuah tugas untuk meningkatkan kualitas musik. Sony Music pernah mengirimkan penyanyi Gita Gutawa, Judika, dan Isyana Sarasvati.

“Tidak semua artis kami kirim dan proyek ini tidak hanya di Indonesia, tapi di setiap negara. Kami memiliki tugas untuk meningkatkan kualitas musik di setiap negara. Kenapa Swedia? Karena kami punya tim di sana. Artis yang diberangkatkan tidak tiba-tiba dapat lagu, tapi harus kerja, harus berkarya, untuk mendapatkan lagu yang bagus sesuai dengan karakter mereka masing-masing,” kata Managing Director of Sony Music Indonesia, Alexander Sancaya.

Sebagai pemanasan sebelum meluncurkan album, single Bahagia yang pesannya ialah ajakan kepada semua orang untuk berani mencoba hal baru, mensyukuri hidup yang dimiliki, serta menjalaninya dengan hati bahagia pun telah diluncurkan pada Oktober 2014.

Hingga akhirnya dari 15 lagu yang dihasilkan di Swedia, terpilihlah 10 lagu dalam album itu. Mereka ingin lagu-lagu yang diciptakan sendiri membawa semangat yang positif. “Kalau mendengarkan album ini, semangat jadi muncul. Kita pernah merasakan dicemooh orang di awal karier yang menyebutkan kita enggak bisa apa-apa. Tetapi kita enggak patah semangat, justru menjadi pecutan untuk berkarya terus,” tambah Gamal.

GAC memang pada awalnya mulai terkenal setelah video kakak beradik Gamal dan Audrey yang diunggah ke laman berbagi video Youtube mendapat apresiasi dari publik pada 2008. Awalnya, Audrey menyanyi sementara Gamal mengiringi lagu dengan gitar. Dua tahun kemudian, Cantika, penyanyi solo yang juga memiliki kegemaran sama, mengunggah video di laman yang sama dan akhirnya bergabung.

Antigalau

GAC menolak untuk membuat lagu-lagu bertema galau. “Lagu-lagu itu kan cerminan kami. Karena kami enggak galau, kami membuat lagu yang ingin membuat masyarakat di Indonesia mesti bersyukur. Jangan galau-galau. Kan, enggak enak galau terus. Kalau yang lain menciptakan galau, ya kita melengkapi dengan lagu-lagu GAC,” kata Audrey.

Hingga saat ini, GAC tetap akan bermain di genre musik R&B. “Kami ingin tetap di genre R&B, tetapi tidak menutup kemungkinan bermain di genre yang lain, tapi itu nanti,” kata Cantika yang merupakan anak Jean Pattikawa, penyanyi di era 1980-an.

Deborah Dewi and Me

Saya cuma pengen share ini aja, gpp ya?

http://www.deborahdewi.com/wafatnya-nelson-mandela-sebuah-kebetulan/

Rasa Roti Tawar

Taukah kadang-kadang current mood-mu tiba-tiba menjadi berasa roti tawar. Itulah yang sedang saya alami. Rasanya nggak bergairah mau melakukan apapun, meski banyak rencana di depan. Roti yang tidak mengandung vitamin dan protein juga rasa itu sekadar ada. Cuma buat menuh-menuhin dunia aja. Kadang, saya berbicara dengan Tuhan. Masa iya Tuhan, begini aja ya? Tapi kemudian Tuhan memberikan banyak kelimpahan kejutan. Seperti ketika [kode-IG] yang tiba-tiba datang. Ini lucu. Saya nggak suka lho berasa roti tawar, besok happy dong! plis!

saya capek sangat ngedepin ini semua.

Chris Hemsworth, Menyapa dengan Bahasa Indonesia

c-

AKTOR asal Australia, Chris Hemsworth, 31, yang membintangi film Avengers: Age of Ultron berkesempatan diwawancarai oleh aktris Indonesia, Cinta Laura Kiehl, pekan lalu.

Secara mengejutkan, dalam pembukaan wawancara setelah Cinta memperkenalkan diri mewakili salah satu stasiun televisi swasta Indonesia, Chris justru menjawab dengan kata-kata, “Indonesia, apa kabar?” tanyanya.

Saat Cinta menjawab kabarnya baik-baik saja, Chris kemudian menimpalinya lagi. “Siapa namamu? Nama saya Chris,” tanya dia.

Cinta kemudian memuji kemampuan berbahasa Indonesia aktor yang juga membintangi Thor: The Dark World itu bagus. Namun Chris tidak berhenti begitu saja, dia kemudian melanjutkan, “Bagaimana cuaca hari ini?” tanyanya lagi.

Setelah Cinta bertanya dari mana kakak Liam Hemsworth itu belajar Bahasa Indonesia, dia kemudian berganti berbahasa Inggris dan menerangkan dirinya belajar saat di bangku sekolah. “Saya belajar Bahasa Indonesia di sekolah. Indonesia hanya lima jam dari negara saya,” kata suami Elsa Pataky itu saat diwawancara di The Walt Disney Studios, California, Amerika Serikat.

Chris yang lahir di Melbourne, Australia pada 11 Agustus 1983 itu ternyata mengambil kesempatan belajar Bahasa Indonesia sebagai salah satu pelajaran pilihan.

Sesi wawancara yang singkat itupun kemudian tersebar secara viral di dunia maya khususnya di laman berbagi video Youtube. Hingga tulisan ini diturunkan beragam versi video itu telah dilihat delapan ribu kali.

Mulai tayang

Sementara wawancara antara Cinta bersama dengan bintang-bintang Avengers: Age of Ultron seperti Robert Downey Jr, Mark Ruffalo, Scarlett Johansson, Chris Evans, dan Chris Hemsworth beredar, di Indonesia film itu mulai ditayangkan pula.

Indonesia berkesempatan untuk memutar film ini terlebih dahulu yaitu pada Rabu (21/4), dibandingkan dengan negeri asalnya, Amerika Serikat yang rencananya pada 1 Mei 2015. Padahal premier film tersebut sudah dilakukan pada 13 April 2015.

Film yang diproduksi oleh Marvel Studios itu dibuat setelah prekuelnya, The Avengers sukses di pasaran.

Chris Hemsworth pun masih mendapatkan peran yang sama sebagai tokoh superhero Thor. Peran Thor dalam film itu berbekal dari film Thor yang diproduksi pada 2011, dan Thor: The Dark World yang diproduksi pada 2013.

Selain Chris, Robert Downey Jr juga masih mendapatkan perannya sebagai Iron Man, Chris Evans sebagai Captain America, dan Mark Ruffalo sebagai Hulk.

Tidak lupa kemunculan Black Widow yang diperankan Scarlett Johansson, Jeremy Renner sebagai Haweye, Nick Fury yang diperankan Samuel L. Jackson, dan Cobie Smulders sebagai Agent Maria Hill.

Marvel menghadirkan dua tokoh baru yang akan mencuri perhatian, yakni si kembar Scarlet Witch yang diperankan Elizabeth Olsen, dan Quicksilver yang dibawakan oleh Aaron Taylor-Johnson.

Nepal, Negeri Seribu Stupa

nepal--

AKHIR-akhir ini, para pelancong dari Indonesia mulai melirik Nepal sebagai tempat tujuan wisata. Akses yang mudah dan keterjangkauan harga untuk tinggal di sana yang murah menjadi salah dua alasan para terutama backpacker untuk tinggal berlama-lama di sana. Nepal juga menjadi negara idaman juga bagi para pendaki gunung yang ingin menakhlukan Himalaya.
Aroma eksotis Nepal yang khas, bisa dirasakan sejenak setelah mendarat di Bandara Tribhuvan di Kathmandhu. Anda jangan buru-buru membayangkan bandara di kota ini rapi dan bersih, masih jauh dari itu. Dan karena Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Nepal, segera setelah tiba, Anda akan diwajibkan untuk mengurus dan membayar visa on arrival. Untuk urusan itu, siapkanlah mata uang dolar Amerika sebesar US$25 jika Anda tinggal paling lama 15 hari, US$40 untuk tinggal paling lama 30 hari, dan US$100 untuk tinggal paling lama 90 hari.
Di Bandara Tribhuvan juga tersedia konter-konter untuk penukaran uang. Anda hanya perlu membawa mata uang dolar Amerika untuk ditukarkan di sana, namun jangan kaget jika pada nantinya Anda akan menerima uang-uang kertas yang sudah lusuh, meskipun dari bank resmi negara itu.
Seusai mengurus visa, dan menukarkan uang, Anda akan segera menuju penginapan. Untuk urusan transportasi, di bandara juga tersedia taksi. Jangan ragu untuk melakukan negosiasi harga, karena taksi di negara itu memang bisa ditawar.
Jika Anda belum melakukan pemesanan penginapan, tidak perlu panik. Di daerah turis, Thamel demikian disebut, Anda akan dengan leluasa memilih penginapan yang Anda inginkan dan sesuai dengan budget yang telah dirancang.
Setelah cukup beristirahat, Anda akan bersiap melihat keindahan negeri yang disebut dengan negeri seribu stupa itu. Agama Hindhu di negara ini menempati urutan pertama karena nenek moyang mereka yang berasal dari India juga menganut agama Hindhu, setelah itu Budha, terutama saat Sang Budha Sidharta Gautama diketahui lahir di sebuah distrik Kapilavastu, Nepal Selatan, dekat perbatasan India.
Pada saat itu jangan lupa untuk menyiapkan masker penutup wajah karena jalanan di Ibu Kota Nepal, Kathmandhu relatif berdebu yang diakibatkan jarang hujan. Anda juga perlu menyiapkan uang pecahan jika Anda ingin berderma atau memberikan tips untuk seseorang yang memberikan jasanya dalam perjalanan Anda.
Berikut adalah tempat-tempat yang layak dikunjungi saat Anda berada di Nepal:

1. Boudhanath
Penduduk setempat sering juga menyebut dengan Boudnath untuk menyingkatnya. Tempat ibadah untuk para penganut agama Budha itu seringkali dikunjungi oleh para peziarah dan biksu dari berbagai belahan dunia, namun yang terbanyak adalah dari Tibet.
Para pendoa ramai datang ke Boudhanath karena merupakan tempat ibadah dengan stupa terbesar dengan tinggi 36 meter. Mereka akan mengelilingi stupa hingga puluhan kali sambil berdoa.
Boudhanath berjarak 11 kilometer dari pusat kota Kathmandhu. Letaknya yang berada di tengah kota dan di tepi jalan raya memudahkan akses bagi pengunjung.
Seperti di tempat-tempat wisata di negara ini, harga tiket dibedakan antara turis yang berasal dari South Asian Association for Regional Cooperation, atau SAARC dengan pengunjung dari negara lain. Delapan negara yang dimaksud adalah Afganistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Srilanka.
Untuk pengujung dari SAARC, maka akan dikenai biaya masuk Rs40, sementara untuk turis asing lainnya Rs150.

2. Pasupatinath
Sebelum berkunjung ke tempat ini, Anda harus bersiap-siap untuk sedih. Sebenarnya, tempat ini tidak tepat disebut sebagai tempat wisata karena merupakan kuil untuk mengremasi jenazah. Hanya jenazah beragama Hindhu yang bisa diupacarakan dengan prosesi kremasi di tempat ini. Jika Anda berkesempatan datang pada saat ada jenazah, maka bersiap-siaplah menitikkan air mata. Haru biru keluarga dan kerabat yang menangisi jenazah akan bergema hingga bermeter-meter jauhnya. Anda pun akan merasakan betapa sedihnya merasakan kehilangan.
Meski tidak bisa mendekat, para pelancong dapat menyaksikan prosesi sembahyangan jenazah dari sisi berlawanan yang dibatasi oleh sungai Bagmati yang lebarnya sekitar tiga meter.
Bersiaplah juga membawa payung atau penutup kepala, karena di tempat ini jarang terdapat kanopi, sehingga terik matahari langsung menyengat.
Kuil yang tercantum dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO ini memang banyak diminati oleh para pelancong. Namun bagi Anda yang non-Hindhu mesti teliti membaca tanda karena terdapat tempat-tempat tertentu atau pintu akses yang khusus untuk pemeluk agama itu seperti pintu masuk ke kuil utama.
Untuk menuju ke Pasupatinath tidaklah sulit. Anda hanya perlu menuju terminal bus terpadu yang disebut dengan Ratna Park dan menempuhnya hanya sekitar 15 menit dengan biaya sekitar Rs15.

3. Swayambhunath
Tempat ibadah ini juga dikenal dengan sebutan Monkey Temple atau candi kera. Banyak kera akan mengintai Anda sepanjang perjalanan menuju puncak Swayambunath. Hati-hati dengan barang bawaan terutama minuman, kera-kera yang beraktivitas di sela-sela tumbuhan pinus itu akan menjarah terutama saat matahari sangat terik.
Swayambhunath adalah tempat ibadah kedua terbesar setelah Boudhanath. Dari jalan raya, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai puncak karena kontur tananhnya yang berbukit.
Namun perjalanan yang cukup melelahkan itu akan terbayar. Anda akan melihat pemandangan Kathmandhu yang luar biasa indah dari ketinggian.
Untuk menuju tempat ini dapat ditempuh 15 menit dengan bus dari Terminal Bus terpadu Ratna Park. Sementara harga tiket masuk untuk pengunjung asal negara diluar Asia Selatan Rs200

4. Durbar square
Tempat wisata terpadat kali ini adalah Durbar Square. Letaknya hanya sekitar satu kilometer dari Thamel, bisa ditempuh dengan cara jalan kaki. Di Durbar Square, terdapat bangunan Hindhu seperti Hanuman Dorkha, Basantapur Durbar, Chyasin Dega, Maju Dega, Gaddi baithak dan Khumari ghar yang semuanya terkait. Seperti istana-istana di Jawa yang masing-masing bangunan terpisah memiliki fungsi yang berbeda.
Berbicara tentang Khumari Ghar adalah bangunan yang memiliki kisah unik. Di sini menjadi rumah tinggal seorang bayi perempuan yang dipercaya merupakan titisan Dewi Taleju. Bayi-bayi itu dipilih oleh pihak ahli waris berdasarkan tanggal kelahiran, sifat dan perangai yang sama dengan sang dewi dan berhak tinggal hingga mendapatkan menstruasi pertamanya.
Setelah saatnya tiba, mereka akan dikembalikan kepada keluarga biologisnya dan melangsungkan kehidupan kembali layaknya manusia normal, bukan anggota kerajaan.
Jika beruntung, para pengunjung bisa menanti munculnya Dewi Khumari Ghar yang biasanya akan menampakkan diri di waktu-waktu tertentu.
Harga tiket masuk untuk pengunjung asal negara di luar Asia Selatan Rs750.

5. Bhaktapur
Tempat ini merupakan kota pertama cikal bakal dari negara Nepal pada abad ke VIII. Untuk mengelilingi tempat itu, setidaknya membutuhkan waktu setengah hari termasuk dengan perjalanan dari Kathmandhu.
Meski tidak jauh dari Ibu Kota Nepal, pemandangan di Bhaktapur akan membawa ingatan kita pada pengalaman pra sejarah. Menuju tempat itu Anda akan berhadapan dengan permukiman penduduk yang masih sangat tradisional. Mereka membuat tembikar dan menjualnya sebagai suvenir.
Bhaktapur merupakan salah satu warisan dunia yang terdaftar dalam UNESCO. Bangunan-bangunan candi Hindhu di sini pernah mengalami kerusakan parah saat gempa tahun 1934. Setelah direstorasi, pengunjung yang masuk akan dikenal biaya Rs1.500.
Terkait dengan jarak tempuh yang panjang, jangan khawatir saat Anda lapar. Banyak makanan yang dijajakan di toko-toko mungil di tepi jalan. Kebanyakan masih menjual makanan-makanan tradisional yang menikmatinya sembari minum teh. Jangan dibayangkan Anda akan mendapatkan teh seperti di Indonesia. Sekali Anda memesan teh, maka yang akan tersaji adalah teh susu yang sangat kental, legit!
Jika lidah Anda tidak cocok dengan masakan kari, di beberapa tempat juga menyediakan menu khas Amerika atau Meksiko, tinggal pilih saja restorannya. Tapi yang paling wajib untuk dicoba adalah yoghurt dan madu lokal. Yoghurt Bhaktapur merupakan salah satu komoditi yang banyak dicari wisatawan karena rasanya uang otentik dan teksturnya yang terasa sedikit kasar di lidah.

6. Thamel
Tempat di pusat kota Kathmandhu ini merupakan tempat favorit bagi para wisatawan. Di sinilah surganya belanja dan kuliner. Anda bisa memilih oleh-oleh lengkap, dari baju, kain, makanan, pashmina, bahkan tas kulit yak. Harganya pun relatif terjangkau, asalkan tidak lupa menawar. Menawar bukanlah hal yang tabu di Nepal.

Berlibur ke Nepal sangat menyenangkan karena sebagian besar penduduknya ramah meskipun untuk berkomunikasi agak sulit. Hal itu karena kebanyakan dari penduduk di Nepal tidak bisa berbahasa Inggris. Namun jangan khawatir, jika Anda bertanya tentang suatu tempat, hanya perlu menunjukkan gambar, mereka akan senang hati untuk memberitahu atau mengantarkan Anda hingga sampai di tujuan jika yang terakhir adalah pengemudi.
Kota Kathmandu sendiri merupakan kota tersibuk dengan polusi udara dan suara yang juga cukup tinggi diantara kota kota lainnya, suara klakson dari mobil, bus, microbus, motor yang memekakan telinga dan kondisi lalu lintasnya yang semrawut.
Namun jangan jadikan situasi itu menjadi halangan. Justru di sinilah tantangannya, menikmati hal-hal yang berbeda. Di Nepal polusi udara juga sangat tinggi, tapi bukan berasal dari pabrik melainkan debu tanah kering yang beterbangan dan asap kendaraan. Maklum,
negara ini jarang dituruni hujan dalam setahunnya namun jika memasuki bulan November kondisi udara menjadi berubah dingin hingga 5 derajat celcius.

Oscar, Kemenangan Telak Julianne Moore

JUL--

JULIANNE Moore mendapatkan pengakuan sekaligus kemenangan telak setelah dirinya dinobatkan sebagai aktris terbaik Academy Award dan berhak memboyong Piala Oscar. Sebelumnya, melalui film dan peran yang sama, dirinya juga diganjar berbagai penghargaan sebagai aktris pemeran utama terbaik di berbagai ajang penghargaan prestisius: Golden Globe, Critics’ Choice Movie Award,  Screen Actors Guild (SAG) Awards, dan  British Academy of Film and Television Arts (BAFTA) Award.

KEMENANGAN demi kemenangan diraih aktris cantik berusia 54 tahun, Julianne Moore melalui perannya sebagai Alice Howland dalam film Still Alice.
Academy Awards pun mengganjarnya dengan Piala Oscar, sebagai puncak pengakuan aktingnya yang luar biasa dalam film yang disutradarai oleh
Richard Glatzer dan Wash Westmoreland.
Pertama-tama, sebelum juri berbagai ajang penghargaan memuji kepiawaiannya berakting, sang suami telah memprediksi kemenangannya.  Suami Julianne Moore, Bart Freundlich telah memprediksi dirinya akan memenangkan piala Oscar 2015 setelah menyaksikan film Still Alice untuk pertama kalinya. “Suami saya takjub. Dia juga orang yang pertama kali melihat film saya dan kemudian berkata saya akan memenangkan Oscar. Saya bersumpah dia ngatakannya, meskipun saya tidak percaya. Tapi itulah bukti dukungannya, bahkan sejak awal,” kata Julianne.
Kerja kerasnya memerankan seorang pengidap alzheimer dalam film itu terbayar sudah. Dia memang bukanlah seorang aktris karbitan, 61 film telah dijajalnya, di antaranya pada tahun 1990 terlibat dalam film Tales from the Darkside, The Hunger Games pada tahun 2014, hingga Seventh Son yang siap rilis pada 2015 dan sedang dalam tahap paskaproduksi. Itu pun belum termasuk beberapa film dan serial televisi yang dibintanginya.
Meski telah melewati berbagai peran, dirinya tidak lantas berpangku tangan. Demi peran sempurna sebagai Alice seorang profesor ahli linguistik Harvard, dirinya melakukan empat bulan penelitian, berbincang dengan perempuan pengidap alzheimer sekaligus dokter, dan juga mengunjungi fasilitas perawatan jangka panjang.
Film Still Alice dibuat berdasarkan novel laris tahun 2007 karya pertama Lisa Genova dengan judul yang sama dan bertengger sebagai best seller versi The New York Times selama lebih dari 40 pekan.
Pada saat menerima Piala Oscar di Dolby Theatre Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu (22/2) waktu setempat, Moore berkisah Lisa Genova memberitahunya tidak ada seorangpun yang ingin membuat film tentang perempuan setengah baya. “Tetapi Ibu saya selalu mengatakan bahwa orang yang bahagia adalah orang yang memiliki pekerjaan dan cinta,” katanya yang sejurus kemudian melontarkan ucapan terima kasih untuk para pemain film dan kru.
Dalam film itu, Moore beradu peran dengan Alec Baldwin dan Kristen Stewart. Meski demikian, saingannya untuk meraih Piala Oscar juga tidak mudah. Penulis buku anak-anak berjudul Freckleface Strawberry menyingkirkan saingan beratnya yaitu Marion Cotillard (Two Days One Night), Felicity Jones (The Theory of Everything), Rosamund Pike (Gone Girl), dan Reese Witherspoon (Wild).